<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SatuBuku Homepage &#187; xpOse</title>
	<atom:link href="http://www.satubuku.net/tag/xpose/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.satubuku.net</link>
	<description>Stop Thinking, Do Something!</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Aug 2010 02:17:45 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Bongkar, Beber, Koq Malu?</title>
		<link>http://www.satubuku.net/2010/01/17/bongkar-beber-koq-malu/</link>
		<comments>http://www.satubuku.net/2010/01/17/bongkar-beber-koq-malu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Jan 2010 09:57:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rindra</dc:creator>
				<category><![CDATA[::Umum::]]></category>
		<category><![CDATA[AIDS]]></category>
		<category><![CDATA[HIV]]></category>
		<category><![CDATA[KSPAN]]></category>
		<category><![CDATA[xpOse]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.satubuku.net/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[Epidemi HIV dan penyalahgunaan narkoba menjadi momok tersendiri dalam kehidupan generasi muda. Sedikit saja salah melangkah, maka mereka akan terjerumus selamanya.
Pemberitaan di media massa menyebut penderita AIDS yang disebabkan virus HIV terus meningkat dari tahun ke tahun. Belum lagi penyalahgunaan narkoba juga terus bertambah. Ironisnya, dua momok mengerikan ini justru lebih banyak menimpa generasi muda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Epidemi HIV dan penyalahgunaan narkoba menjadi momok tersendiri dalam kehidupan generasi muda. Sedikit saja salah melangkah, maka mereka akan terjerumus selamanya.</em></p>
<p>Pemberitaan di media massa menyebut penderita AIDS yang disebabkan virus HIV terus meningkat dari tahun ke tahun. Belum lagi penyalahgunaan narkoba juga terus bertambah. Ironisnya, dua momok mengerikan ini justru lebih banyak menimpa generasi muda penerus bangsa.<br />
<span id="more-63"></span><br />
Dua masalah ini harus dibongkar dan dibeberkan agar dapat ditekan seminimal mungkin, utamanya oleh unsur pemerintah sebagai pemegang kebijakan dan kaum pendidik. Kepedulian Kabupaten Buleleng terhadap masalah HIV dan Narkoba salah satunya melalui kegiatan Jambore KSPAN (Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba), 25-26 September 2009.</p>
<p>Kepanitiaan Jambore KSPAN berasal dari unsur KPA, BNK, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Bagian Kesra Setda Buleleng, dan Forum Guru KSPAN Kabupaten Buleleng. Bertempat di monument Tri Mandala Yuda, Jambore yang dilaksanakan untuk kedua kalinya ini melibatkan 250 peserta yang terdiri dari 100 orang siswa SMP, 100 orang siswa SMA, dan 50 orang guru Pembina dari semua sekolah di Kabupaten Buleleng.</p>
<p>“Jambore KSPAN ini dilaksanakan agar kita sama-sama mengetahui makna HIV dan Narkoba,” terang Ketut Witrini, S.Pd, Ketua Panitia Jambore KSPAN 2009. Sejak tahun 2006, menurutnya telah dibentuk kelompok-kelompok siswa peduli AIDS dan Narkoba. “Kami berharap materi tentang AIDS dan Narkoba dapat terintergrasi dengan pelajaran-pelajaran sekolah yang relevan,” tambah Witrini.</p>
<p>Jambore KSPAN merupakan wadah siswa untuk saling tukar pengetahuan, keterampilan dan pengalaman, disamping memberi pemahaman tentang bahaya AIDS dan Narkoba. “Kami memberi tahu bahayanya agar siswa paham dan dapat menghindari,” terang Witrini.</p>
<p>Pada kesempatan ini juga hadir Wakil Bupati Buleleng, Made Arga Pynatih. Menurutnya, Kabupaten Buleleng telah memasang VCT untuk mengontrol dan menjaring HIV di 9 kecamatan termasuk kota sejak tahun anggaran 2007-2008. “Bagi yang dicurigai dan terindikasi akan digiring ke VCT,” tegas Wabup. Baginya, masalah HIV atau AIDS harus dibongkar dan dibeberkan tanpa harus malu hal tersebut di-cap sebagai aib.</p>
<p>Masalah HIV juga harus dicarikan solusinya, disamping dibatasi. “Membatasi apakah cukup hanya dengan moral, pemahaman atau kondom?? Solusi juga harus dicari,” ujar Arga. Apalagi pemerintah telah menyediakan 115 ribu kondom untuk mencegah penularan HIV.<br />
Pemasangan VCT rupanya memberikan hasil bahwa terjadi peningkatan yang signifikan terhadap masalah ini. “Kami berharap KPA provinsi menelaah kasus yang terjadi di Buleleng,” pungkas Arga.(<em>rindz</em>)</p>
<p><strong>Putu Ayu Rindra DP.<br />
Mahasiswa Ilmu Komunikasi 2006<br />
Universitas Brawijaya<br />
Wartawati Tabloid xpOse, Singaraja, Bali</strong></p>
<p><em>(Berita ini juga bisa dibaca di <strong>Tabloid Pendidikan xpOse</strong>, Singaraja)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.satubuku.net/2010/01/17/bongkar-beber-koq-malu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ni Ketut Puspa Cahyani, Gak Punya Pasangan</title>
		<link>http://www.satubuku.net/2010/01/17/ni-ketut-puspa-cahyani-gak-punya-pasangan/</link>
		<comments>http://www.satubuku.net/2010/01/17/ni-ketut-puspa-cahyani-gak-punya-pasangan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Jan 2010 09:56:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rindra</dc:creator>
				<category><![CDATA[::Umum::]]></category>
		<category><![CDATA[xpOse]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.satubuku.net/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[Sedari kecil, Ni Ketut Puspa Cahyani udah terbiasa nari dari pentas ke pentas. Sejak duduk di bangku SD mpe sekarang kelas XI TMM SMK N 3 Singaraja, doi bahkan rutin pentas di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB). Seabreg prestasi dan penghargaan di tingkat lokal mpe internasional berhasil diraih cewek kelahiran Singaraja, 16 April 1993 ini.
Diantaranya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Sedari kecil, Ni Ketut Puspa Cahyani udah terbiasa nari dari pentas ke pentas. Sejak duduk di bangku SD mpe sekarang kelas XI TMM SMK N 3 Singaraja, doi bahkan rutin pentas di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB). Seabreg prestasi dan penghargaan di tingkat lokal mpe internasional berhasil diraih cewek kelahiran Singaraja, 16 April 1993 ini.</em></p>
<p>Diantaranya juara 1 lomba tari Taruna Jaya se-Bali 2009, juara umum tari Taruna Jaya se-Bali 2009, juara 1 tari Legong Keraton se-Kabupaten, penyaji terbaik se-Indonesia tahun 2007, penari berbakat tari Taruna Jaya se-Bali 2006, dan yang ter-<em>gres </em>juara 1 tari Taruna Jaya mewakili Indonesia. Woww!!<span id="more-65"></span></p>
<p>“Dari belum sekolah aku udah diajarin nari sama mama, soalnya mama dulu juga penari,” cerita Cici -sapaan akrabnya-. Oleh sang mama, Cici diajarin tari condong dan tari legong keraton. Menginjak kelas 5 SD, Cici lantas bergabung dengan Sanggar Dwi Mekar lalu pindah ke sanggar Santhi Budaya saat duduk di bangku SMP hingga sekarang.</p>
<p>Keterlibatannya pada kejuaraan tari tingkat internasional, berawal dari singgahnya sebuah kapal pesiar di Padang Bai beberapa waktu lalu. “Waktu itu diajak nari sama Om disitu, kebetulan ada lomba juga,” terangnya. Cici membawakan tari Taruna Jaya dan akhirnya berhasil menang mewakili Bali sekaligus Indonesia.</p>
<p>Meski sering nari Taruna Jaya, cewek yang pengen banget nari di Mesir ini ternyata lebih suka tari Oleg Tamulilingan. “Tari oleg itu feminim, makanya aku suka. Sayangnya aku gag punya pasangan buat nari oleg,” tuturnya. Saking sukanya, cewek yang ngefans abis sama Rio (pembalap Indonesia) ini cuma butuh waktu 1 bulan buat belajar tari itu.</p>
<p>Hobi boleh aja nari, tapi Cici justru bercita-cita jadi dosen bahasa Inggris. “Kalo nari ke luar negeri, kan malu kalo gag bisa bahasa Inggris,” begitu alasannya. Disisi lain, Cici juga pengen banget jadi foto model. “Tapi bukan model di catwalk, soalnya tinggiku gag cukup,” selorohnya sembari tertawa.</p>
<p>Putri bungsu pasangan Made Pasek Suardika dan Wayan Sunantari ini ngakunya sie deket banget sama kedua ortunya, terutama sang mama. “Aku bisa curhat apa aja sama mama, termasuk soal pacar aku” ujar cewek yang pengen nari di hadapan Avril Lavigne ini. Wahh,,, para cowok jangan patah hati yaa!<strong>(rindz)</strong></p>
<p><strong>(xpOse edisi 6)<br />
</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.satubuku.net/2010/01/17/ni-ketut-puspa-cahyani-gak-punya-pasangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
