Baca Ini : “Jangan Ditonton!”
Dalam ilmu komunikasi dikenal sebuah teori yang bernama Teori Kultivasi. Teori ini dicetuskan oleh George Gerbner yang mempercayai bahwa televisi adalah pengalaman bersama dari semua orang, dan mempunyai pengaruh memberikan jalan bersama dalam memandang dunia.
Seperti yang kita tahu, televisi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ketika Insting itu Harus Dibendung
Tubuh-tubuh mungil bergerombol dan menebar bau matahari. Rambut kuning, berkulit legam dan lengket oleh kotoran aspal. Masing-masing memegang alat musik seadanya. Di lampu merah...
Masa kecil adalah masa yang paling indah. Dimanja oleh orang tua dengan limpahan kasih sayang. Bebas bermain dengan teman-teman sebaya. Serta mengejar mimpi di sekolah. Tapi bagi ”mereka”, bayangan itu seolah lesap oleh hiruk pikuk jalanan.
Esensi Kebodohan
“Bodoh kamu...!”- Mungkin kita hanya tersenyum ketika mendengar seseorang berteriak demikian kepada orang lain, atau mungkin kita tersenyum kecut ketika seseorang meneriaki kita demikian, bisa juga kita langsung marah-marah kepada orang yang berteriak demikian. Namun, sejujurnya, apakah kita tahu arti ‘bodoh’ atau ‘kebodohan’ itu sendiri? Apakah kita sudah dapat memaknai bodoh atau kebodohan itu sendiri?
Kenyamanan yang Menyesatkan
Mungkin judul di atas terdengar sedikit aneh atau bahkan sangat aneh. Di saat setiap orang berlomba-lomba untuk mencari yang namanya kenyamanan, di sini kenyamanan malah dibilang sesuatu yang menyesatkan. Tapi jangan berburuk sangka dulu. Kenyamanan yang dimaksudkan di sini bukanlah kenyaman yang identik dengan rileks. Namun lebih ditekankan pada kenyamanan pada proses-proses, alur atau suatu norma-norma yang sudah terkesan lumrah dan berlaku di masyarakat. Kenyamanan di sini lebih mengacu pada buku yang ditulis oleh Edward De Bono, Berpikir Lateral, yang mengidentikkannya dengan keterbukaan. Keterbukaan itu seperti jalur-jalur utama yang sudah dibukakan atau dibuat oleh orang lain dan kita merasa nyaman dengan jalur-jalur itu sehingga menghindarkan kita untuk berpikir atau membuat jalur-jalur baru.